Mahasiswa dan Anak Punk Bekasi Adakan Donasi Kemanusiaan

Panggilan Kemanusiaan: Mahasiswa dan Anak Punk Bekasi melakukan Aksi Peduli Bencana

Aliansi Mahasiswa Peduli Bencana Indonesia (AMPIBI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Komunitas Punk Cikarang menjadi Relawan dari Aksi Peduli Bencana dengan melakukan penggalangan dana selama dua pekan untuk membantu para korban bencana alam yang melanda Indonesia.
Sabtu, 31 Januari 2021

Bencana alam yang melanda Indonesia pada awal tahun 2021 seperti Gempa, longsor, banjir sampai erupsi gunung berapi di beberapa daerah yang ada di Indonesia telah mengetuk hati para Mahasiswa dan Relawan untuk melakukan Aksi Peduli Bencana.

“Aksi ini merupakan bentuk kesadaran dan kepekaan sosial para Mahasiswa dan Anak Punk Bekasi untuk membantu saudara satu tanah air dan bangsa yang dilanda berbagai bencana dalam situasi pandemi” – Ujar Egi Miftahudin selaku Korlap Aksi dari PMII STAI Haji Agus Salim Cikarang.

Aktivis PMII itu juga mengatakan dari aksi ini, kita diajarkan untuk bagaimana selalu peduli, tolong menolong, dan membantu meringankan beban dari warga yang sedang mengalami musibah lewat kontribusi nyata. Ia berharap, aksi tersebut dapat menggerakkan dan membangkitkan semangat mahasiswa dalam merespon setiap musibah yang menimpa masyarakat.

“Mereka adalah saudara kita , saudara setanah air dan sebangsa Indonesia, luka mereka adalah luka kita semua, duka mereka adalah duka kita juga, Kalau bukan kita ,mau siapa lagi yang membantu mereka” Ujar Irwan Ardiansyah/bang cemong ( koordinator punk bekasi )

Pada tanggal 18 Januari 2021 sejumlah 2 orang anggota perwakilan dari Relawan Aksi Peduli Bencana di berangkatkan ke Mamuju Sulawesi Barat untuk membantu para korban Gempa bumi yang telah memporak porandakan tempat tinggal masyarakat disana, Sekaligus melakukan assessment kebutuhan para korban gempa.

“Alhamdulillah hasil dari penggalangan dana ini sebagiannya sudah kita donasikan ke mamuju untuk dibelikan barang-barang penunjang sarana ibadah serta kebutuhan lainnya” ungkap Hendar selaku Pembina AMPIBI.

Sementara hasil penelusuran Relawan Aksi Peduli Bencana yang melihat langsung kondisi di Mamuju terdapat banyak warga yang rumah tinggalnya rusak mulai dari sedang hingga parah dan untuk sementara mereka tinggal di tenda-tenda pengungsian.