Hawalah

Ronny Riansyah Muksin

Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI

Hukum Ekonomi Syariah

Dalam bahasa, kata “al-hiwalah” dalam huruf ha’ akan dibaca kasrah atau kadang ada juga yang dibaca fathah, dan berasal dari kata “at-tahawwul” yang artinya pemidahan/pengalihan. Ada juga Orang Arab yang mengatakan “Hala ‘anil’ahdi” yaitu melepaskan dari tanggung jawabnya. Abdurrahman Al-Jaziri juga berpendapat bahwa dalam bahasa al-hiwalah merupakan “Perpindahan dari tempat lama ke tempat yang baru.”

Akad hawalah adalah orang yang berhutang dialihkan hutangnya ke orang lain yang wajib menanggungnya. Secara istilah, akad hawalah merupakan pemindahan hutang dari yang berhutang dialihkan ke tanggungan yang berkewajiban membayar. Akad hawalah yakni hawalah yang berbentuk utang/piutang yang dialihkan ke pihak ketiga yang sudah melakukan proses akad atau perjanjian awal yang pihak ketiga tersebut wajib menanggungnya. Sedangkan pengertian hawalah menurut DSN No. 31/DSN-MUI/VI/2002, adalah utang nasabah dari bank/lembaga keuangan konvensional ke bank/lembaga keuangan syraiah yang dipindahkan sudah berakad. Salah satu bentuk jasa yang digunakan yaitu bentuk jasa pelayanan keuangan yang menjadikan semua itu berdasarkan kebutuhan masyarakat dalam saling membantu atau gotong royong untuk mengalihkan transaksi non-syariah yang sudah berjalan cukup lama menjadi transaksi yang sesuai dengan syariah.

Akad satu ini terkadang ada yang menyebutkan Hawalah dengan Hiwalah. Jadi sama saja, namun penyebutannya saja yang ada dua macam. Beberapa Lembaga Keuangan Syariah ada yang menyebutkan Hiwalah namun artinya tetap sama. Hawalah yaitu utang dari orang yang berhutang dialihkan ke orang lain untuk menanggungnya dan wajib dilakukan.