Analisa Perilaku Pada Pasar Munurut Pandangan Islam

 Analisa Perilaku Pada Pasar Munurut Pandangan Islam

Analisa Perilaku Pada Pasar Munurut Pandangan Islam

Muhammad Izzudin Al-Fajri – 42004043

Sharia Economic Law

School Economic Banking Institute – Depok

Email : izzudin.fajri2@gmail.com

ABSTRACT

In today’s developments, many economic activities use the sharia system because this sharia system does not only benefit one party, but can benefit all parties, and the purpose of the sharia system itself is to achieve the common good.  In the economy itself, it is necessary to pay attention to the behavior of consumers, producers and markets.  Consumer behavior is a decision-making activity in purchasing activities.  Consumer behavior can affect the number of requests and needs.  Producer behavior is an activity to produce goods or services that can be used to meet consumer needs.  This behavior affects the amount of production and supply of goods or services.  Market behavior is a pattern of market habits including the decision-making process as well as individual or organizational physical activities for certain products.  The type of market also affects the prices of goods and services.  In Islam, these three behaviors must be based on Islamic teachings, namely, monotheism, justice, prophecy, caliphate, and ma’ad.  It aims to bring benefits and benefit the community and achieve the blessings and pleasure of Allah SWT.

ABSTRAK

Pada perkembangan zaman sekarang banyak kegiatan perekonomian yang menggunakan sistem syariah karena sistem syariah ini tidak hanya menguntungkan satu pihak, tetapi bisa menguntungkan semua pihak, dan tujuan dari sistem syariah sendiri adalah mencapai kemaslahatan bersama. Dalam ekonomi sendiri perlu memperhatikan tentang perilaku konsumen, produsen serta pasar. Perilaku konsumen merupakan kegiatan pengambilan keputusan dalam kegiatan pembelian. Perilaku konsumen dapat mempengaruhi jumlah permintaan dan kebutuhan. Perilaku produsen adalah kegiatan menghasilkan barang atau jasa yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Perilaku ini mempengaruhi jumlah produksi dan penawaran barang atau jasa. Perilaku pasar adalah pola kebiasaan pasar meliputi proses pengambilan keputusan serta kegiatan fisik individual atau organisasial terhadap produk tertentu. Jenis pasar juga berpengaruh terhadap harga barang dan jasa. Dalam Islam ketiga perilaku tersebut harus dilandasi sesuai ajaran Islam yaitu, tauhid, adil, nubuwah, khalifah, dan ma’ad. Hal tersebut bertujuan agar mendatangkan manfaat dan kemaslahatan masyarakat serta mencapai berkah dan ridho Allah SWT.

PENDAHULUAN

Sistem dunia saat ini yang bersifat sekuler yang menyebabkan terjadinya pemisahan antara kehidupan agama dan kehidupan duniawi. Sehingga para ilmuwan Islam melahirkan ilmu ekonomi Islam. Hal ini disebabkan pada masyarakat telah terbentuk pemikiran bahwa harus terdapat dikotomi antara agama dan keilmuan. Para ekonom barat pun mulai mengakui eksistensi ekonomi Islam, ilmu ekonomi yang memberikan kesejukan dalam perekonomian.

Indonesia sendiri merupakan Negara yang memiliki penganut agama Islam terbanyak dibanding agama lain. Oleh karena itu, segala perilaku atau aktivitas perekonomian sekarang banyak yang menggunakan sistem syariah. Akan tetapi, sistem yang dilakukan masyarakat tidak semua sesuai dengan syariat Islam yang sesungguhnya. Dalam perekonomian Islam sendiri sudah diatur tentang etika atau perilaku konsumen, perilaku seorang produsen, dan perilaku pasar yang sesuai syariat Islam.

Dan dapat menjadikan kemaslahatan terhadap sesama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku konsumen, produsen, dan pasar dalam Islam pada masyarakat, serta untuk mengetahui perilaku konsumen, produsen, dan pasar dalam Islam pada masyarakat berdasarkan Teori Ekonomi Islam.

Perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk keputusan yang mendahului dan menyusul tindakan ini.

Produksi adalah sebuah proses yang telah terlahir di muka bumi ini semenjak manusia menghuni planet ini. Produksi sangat prinsip bagi kelangsungan hidup dan juga peradaban manusia dan bumi. Sesungguhnya produksi lahir dan tumbuh dari menyatunya manusia dengan alam. Kegiatan produksi merupakan mata rantai dari konsumsi dan distribusi. Kegiatan produksilah yang menghasikan barang dan jasa, kemudian dikonsumsi oleh para konsumen. Tanpa produksi maka kegiatan ekonomi akan berhenti, begitu pula sebaliknya. Untuk menghasilkan barang dan jasa kegiatan produksi melibatkan banyak faktor produksi. Fungsi produksi menggambarkan hubungan antar jumlah input dengan outp huut yang dapat dihasilkan dalam satu waktu periode.

Pasar secara umum adalah sarana atau tempat bertemunya penjual dengan pembeli, baik itu secara langsung maupun tidak langsung, guna melakukan aktivitas transaksi jual beli. Pasar memiliki fungsi yang penting dalam perekonomian suatu negara meskipun sering terjadi kecurangan dan  ketidakadilan di dalam pasar terutama masalah harga. Oleh karena itu terdapat sejumlah aturan tentang pembentukan harga dan transaksi yang terjadi di pasar. Aturan tersebut sering kita namakan dengan mekanisme pasar yaitu proses penentuan harga berdasarkan dari kekuatan permintaan dan penawaran. Mekanisme pasar merupakan suatu sistem yang cukup efisien dalam mengalokasikan berbagai faktor produksi dan mengembangkan perekonomian, tetapi dalam keadaan tertentu dapat menimbulkan akibat yang buruk, sehingga dibutuhkan campur tangan dari pemerintah untuk memperbaikinya.

TINJAUAN PUSTAKA

  1. Perilaku Konsumen
  2. Pengertian Perilaku Konsumen

Menurut Notoatmodjo, perilaku adalah suatu kegiatan dan aktifitas organisme yang bersangkutan, baik aktifitas yang dapat diamati atau yang tidak dapat diamati oleh orang lain. Manusia berperilaku atau beraktifitas karena adanya kebutuhan untuk mencapai suatu tujuan. Dengan adanya kebutuhan akan muncul motivasi atau penggerak. Sehingga individu itu akan beraktifitas untuk mencapai tujuan dan mengalami kepuasan.

Perilaku konsumen menurut Loudon dan Bitta yang dikutip oleh Bilson Simamora dalam bukunya “panduan riset perilaku konsumen” lebih menekankan perilaku konsumen yaitu sebagai suatu proses pengambilan keputusan.

Teori perilaku konsumen mempelajari bagaimana manusia memilih diantara berbagai pilihan yang dihadapi dengan memanfaatkan sumber daya yang dimilkinya.

Islam melihat aktivitas ekonomi adalah salah satu cara untuk menciptakan maslahah menuju falah yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat. Motif konsumsi ini pada dasarnya adalah maslahah. Meskipun secara alami motif dan tujuan berkonsumsi dari seseorang individu adalah untuk mempertahankan hidupnya.

Sesungguhnya Islam tidak mempersulit jalan hidup seorang konsumen, hal ini terbukti apabila seseorang mendapatkan penghasilan dan setelah dihitung hanya dapat memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga saja, maka tidak ada keharusan baginya untuk mengeluarkkan konsumsi sosial. Akan tetapi, bagi seseorang yang pendapatannya lebih banyak maka Islam menganjurkan memberikan sebagian dari hartanya kepada orang-orang yang membutuhkan.

Islam mengajarkan bahwa manusia selama hidupnya akan mengalami tahapan-tahapan dalam kehidupannya yaitu tahapan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Hal ini berarti saat seseorang melakukan konsumsi ia harus memiliki nilai antara dunia dan akhirat. Dengan demikian maka yang lebih diutamakan adalah konsumsi untuk dunia atau konsumsi untuk akhirat.

Dengan demikian Jadi, perilaku konsumen muslim yaitu suatu aktivitas manusia yang berkaitan dengan dengan aktivitas membeli dan menggunakan produk barang dan jasa, dengan memperhatikan kaidah-kaidah ajaran Islam, dan berguna bagi kemaslahatan umat. Yang dimaksud yaitu dalam mengkonsumsi, menyimapan, mengelola, dan memilih barang atau jasa dengan cara yang halal lagi baik, merupakan hal-hal yang sangat diagungkan pembalasannya, dan akan dikabulkan doan-doanya.

Tujuan utama konsumsi seorang muslim adalah sarana sebagai penolong untuk beribadah kepada Allah. Seorang konsumen akan mempertimbangkan manfaat dan berkah yang dihasilkan dari kegiatan konsumsinya. Konsumen merasakan adanya manfaat suatu kegiatan ekonomi ketika ia mendapatkan pemenuhan kebutuhan fisik atau psikis atau material. Disisi lain, berkah akan diperolehnya ketika ia mengkonsumsi barang atau jasa yang dihalakan oleh syariat Islam.

  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Permintaan adalah sejumlah barang yang diinginkan untuk dibeli untuk memenuhi kebutuhan pada berbagai tingkat i dan waktu tertentu di pasar. Menurut Setiadi faktor-faktor internal individual yang mempengaruhi perilaku konsumen seperti: 1) motivasi, 2) kepribadian, 3) pembelanjaan, 4) sikap, 5) persepsi konsumen.

Selain faktor-faktor internal, faktor-faktor eksternal individu juga sangat berpengaruh terhadap perilaku pembelian konsumen. Menurut Setiadi faktor-faktor lingkungan ekstern yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah : 1) kelompok rujukan, 2) kelas sosial, 3) budaya, 4) komunikasi.

Sesuai dengan fitrah manusia, kebutuhan manusia itu tidak terbatas, baik jumlah maupun juga macamnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini: 1) Karena kodrat manusia, 2) Faktor alam dan lingkungan , 3) Faktor lingkungan masyarakat, 4) Faktor perdagangan internasional, 5) Faktor demonstracy effect.

  • Ciri-ciri Perilaku Konsumen Islam

a. Seorang muslimah dalam berkonsumsi didasarkan atas pemahaman bahwa kebutuhannya sebagai manusia terbatas. Seorang akan mengkonsumsi pada tingkat wajar dan tidak berlebihan. Tingkat kepuasan itu pada kebutuhan bukan pada keinginan. b. Tingkat kepuasan tidak hanya ditentukan oleh jumlah satu atau dua pilihan, namun tingkat kepuasan akan ditentukan oleh kemaslahatan yang dihasilkan.

c. Seorang muslim atau muslimah tidak akan mengonsumsi barang-barang yang sifatnya tidak jelas apalagi barang-barang yang sudah jelas ada unsur haramnya.

d. Seorang muslim atau muslimah tidak akan membelanjakan hartanya secara berlebihan, dan tidak akan membeli barang-barang di luar batasan atau jangkauannya.

e. Sebagai seorang muslim atau muslimah akan mencapai tingkat kepuasannya itu tergantung kepada rasa syukurnya.

  • Etika Dalam Berkonsumsi

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya konsumen yang dilakukan oleh seorang muslim akan sangat erat hubungannya dengan etika dan norma dari konsumsi itu sendiri. Menurut pendapat Naqfi setidaknya terdapat 6 aksioma pokok dalam konsumsi, yaitu:

a. Tauhid (kesatuan). Aksioma ini mempunyai 2 kriteria yaitu yang pertama rabbaniyah gayah (tujuan), dan wijhah (sudut padang). Kriteria yang pertama yaitu mencapai maqam ridhoNya. Sehingga pengabdian kepada Allah adalah cita-cita akhir. Kriteria yang kedua adalah rabbaniyah masdar (sumber hukum) dan manhaj (sistem) yang mana kriteria ini merupakan suatu system yang ditetapkan untuk mencapai sasaran yang pertama dengan sumber Al-Quran dan Al –Hadist.

b. Kehendak yang bebas (Ikhtiyar) Kehendak bebas merupakan kontribusi Islam yang paling Orisinil dalam filsafat social tentang konsep `manusia ‘’ bebas’’. Hanya Tuhan yang bebas, namun dalam batas-batas skema penciptaannya, manusia juga secara relative juga memiliki kebebasan. Manusia diberi kebebasan untuk membimbing kehidupannya di muka bumi.

c. Halal Islam membatasi kebebasan dari kehendak dengan hanya mengkonsumsi barang yang halal yang menunjukkan nilai kebaikan, kesucian keindahan serta menimbulkan maslahah yang paling optimal.

d. Sederhana Hal yang paling penting yang harus dijaga dalam berkonsumsi adalah menghindari sifat boros dan melampaui batas sehingga, israh dilarang dalam Islam.

b. Perilaku Produsen

1. Pengertian Perilaku Produsen

Produsen adalah orang yang memproduksi barang dan jasa. Sedangkan produksi dalam ilmu ekonomi diartikan sebagai kegiatan yang menciptakan manfaaat (utility) baik di masa kini atau masa yang akan datang. Dengan pengertian luas itu, kita memahami bahwa kegiatan produksi tidak terlepas dari keseharian manusia

Semua upaya yang di lakukan oleh produsen dalam menguasai produk yang berkualitas dan efisien serta dapat di terima dengan baik di pasaran dan mampu menghasilkan laba yang besar. Dalam hal ini produsen berusaha melakukan produksi semaksimal dan seefisien mungkin demi memenuhi Permintaan pasar.

Adapun tujuan dari kegiatan produksi itu sendiri adalah:

  • Memenuhi permintaan konsumen atas batang/produk tertentu
  • Memaksimalkan pendapatan laba/keuntungan
  • Mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam
  • Menjalankan fungsi sektor industri/produksi dengan maksimal

Contoh perilaku produsen dalam kegiatan ekonomi:

  • Produsen membuat barang dengan modal sedikit namun menjualnya dengan harga yang cukup mahal
  • Produsen memberikan diskon atau menawarkan penawaran yang terbatas dalam waktu tertentu
  • Melakukan cuci gudang dengan harga yang murah pada akhir tahun
  • Melakukan CSR ( corporate sosial responsibility)

2. Prinsip Produksi

Pada prinsipnya kegiatan produksi terkait seluruhnya dengan syariat Islam, dimana seluruh kegiatan produksi harus sejalan dengan tujuan dan Konsumsi itu sendiri. Konsumsi seorang muslim dilakukan untuk mencari falah (kebahagiaan) demikian pula produksi dilakukan untuk menyediakan barang dan Jasa guna falah tersebut (Hamzah, 2015: 66). Berikut prinsip produksi secara Umum yaitu;

  • Prinsip tauhid (at-tauhid)

          Prinsip ini menyebutkan bahwa aktifitas produksi tidak hanya melibatkan Hubungan secara horizontal (hablun minannas) melainkan juga hubungan Secara vertikal (hablun minallah). Sehingga, aktifitas ini merupakan bagian Dari implementasi pertanggungjawaban dan motivasi manusia dalam Beribadah kepadaNya.

  • Prinsip kemanusiaan (al-insaniyyah)

          Implementasi al-insaniyyah adalah bahwa manusia mempunyai hak untuk Mencapai kesejahteraannya dengan mengaktualisasikan kemampuan Produktif yang mereka miliki.

  • Prinsip keadilan (al-‘adl)

          Perilaku adil akan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan Kualitas hidup manusia. Dengan berlaku adil, artinya manusia tidak Melakukan dikotomi terhadap manusia lain, sehingga manusia secara umum Mendapatkan apresiasi terhadap apa yang mereka kerjakan dan mereka Miliki.

  • Prinsip kebajikan (al-maslahah)

Maslahah memiliki implikasi terhadap pola hubungan vertikal maupun horizontal. Pada dimensi vertikal, mendeskripsikan kebajikan dan balasan atas pelaksanaan perintah Allah SWT. Sedangkan dimensi horizontal mendeskripsikan kebajikan terhadap sesama manusia serta lingkungan alamnya.

  • Prinsip kebebasan (al-hurriyah) dan tanggung jawab (al-fardh)

         Manusia secara utuh memiliki kebebasan atas apa yang mereka kerjakan. Akan tetapi, dalam kebebasan tersebut juga menuntut adanya Pertanggung-jawaban. Dalam kegiatan produksi, manusia diharuskan dapat Mengambil manfaat, mengeksplorasi dan mengelola sumber daya ekonomi Tanpa diiringi dengan merusak dan bertanggung jawab terhadap Pelestariannya. Ini mengidentifikasikan bahwa setiap perbuatan manusia memiliki konsekuensi logis terhadap prinsip moral dan psikologis, yaitu tanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat dan penciptanya.

  • Teori pasar

Pengertian pasar

          Pasar adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi ekonomi. Pasar tidak menunjuk pada lokasi atau tempat tertentu, karena pasar tidak mempunyai batas geografis. Dalam hal ini, pasar merujuk pada semua kegiatan penawaran dan permintaan untuk tenaga kerja, modal, surat berharga, dan uang.

Fungsi Pasar

  1. Sarana Distribusi

Sebagai sarana distribusi, pasar berfungsi untuk memperlancar proses penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.

  • Menetapkan Nilai

Pasar akan menetapkan harga suatu barang atau jasa tertentu sesuai dengan permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar yang telah disepakati oleh produsen dan konsumen.

  • Sarana Promosi

Pasar juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat bagi produsen untuk memasarkan hasil produksi mereka kepada calon konsumen (pembeli).

Mekanisme pasar dalam islam ;

          Makanisme pasar dalam Islam dapat dirujuk kepada hadits Rasululllah Saw sebagaimana disampaikan oleh Anas RA, sehubungan dengan adanya kenaikan harga-harga barang di kota Madinah. Dengan hadits ini terlihat dengan jelas bahwa Islam jauh lebih dahulu (lebih 1160 tahun)  mengajarkan konsep mekanisme pasar dari pada Adam Smith. Dalam hadits tersebut diriwayatkan sebagai berikut :

“Harga melambung pada zaman Rasulullah SAW. Orang-orang ketika itu mengajukan saran kepada Rasulullah dengan berkata: “ya Rasulullah hendaklah engkau menetukan harga”. Rasulullah SAW. Berkata:”Sesungguhnya Allah-lah yang menetukan harga,yang menahan dan melapangkan dan memberi rezeki. Sangat aku harapkan bahwa kelak aku menemui Allah dalam keadaan tidak seorang pun dari kamu menuntutku tentang kezaliman dalam darah maupun harta.”

        Inilah teori ekonomi Islam mengenai harga. Rasulullah SAW dalam hadits tersebut tidak menentukan harga. Ini menunjukkan bahwa ketentuan harga itu diserahkan kepada mekanisme pasar yang alamiah impersonal. Rasulullah menolak tawaran itu dan mengatakan bahwa harga di pasar tidak boleh ditetapkan, karena Allah-lah yang menentukannya.

          Sungguh menakjubkan, teori Nabi tentang harga dan pasar. Kekaguman ini dikarenakan, ucapan Nabi Saw itu mengandung pengertian bahwa harga pasar itu sesuai dengan kehendak Allah yang sunnatullah atau hukum supply dan demand.

          Menurut pakar ekonomi Islam kontemporer, teori inilah yang diadopsi oleh Bapak Ekonomi Barat, Adam Smith dengan nama teoriinvisible hands.Menurut teori ini, pasar akan diatur oleh tangan-tangan tidak kelihatan (invisible  hands). Bukankah teoriinvisible handsitu lebih tepat dikatakan God Hands(tangan-tangan Allah).[5]

          Oleh karena harga sesuai dengan kekuatan penawaran dan permintaan di pasar, maka harga barang tidak boleh ditetapkan pemerintah, karena ketentuan harga tergantung pada hukumsupply and demand.

          Namun demikian, ekonomi Islam masih memberikan peluang pada kondisi tertentu untuk melalukan intervensi harga (price intervention) bila para pedagang melakukan monopoli dan kecurangan yang menekan dan merugikan konsumen.

          Di masa Khulafaur Rasyidin, para khalifah pernah melakukan intrevensi pasar, baik pada sisisupply maupun demand.Intrevensi pasar yang dilakukan Khulafaur Rasyidin sisisupply ialah mengatur jumlah barang yang ditawarkan seperti yang dilakukan Umar bin Khattab ketika mengimpor gandum dari Mesir untuk mengendalikan harga gandum di Madinah.

Prinsip-Prinsip Mekanisme Pasar dalam Islam ;

Konsep mekanisme pasar dalam Islam dibangun atas prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Kerelaan (Ar-ridha) yakni segala transaksi yang dilakukan haruslah atas dasar kerelaan antara masing-masing pihak (freedom contract). Hal ini sesuai dengan Al-quran Surah An-Nisa’ ayat 29: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antarakamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”.
  2. Kejujuran (honesty), kejujuran merupakan pilar yang sangat penting dalam islam, sebab kejujuran adalah nama lain dari kebenaran itu sendiri. Islam melarang tegas melakukan kebohongan dan penipuan dalam bentuk apapun sebab nilai kebenaran ini akan berdampak langsung kepada para pihak yang melakukan transaksi dalam perdagangan dan masyarakat secara luas.
  3. Keterbukaan (transparancy), pelaksanaan prinsip ini adalah transaksi yang dilakukan dituntut untuk berlaku benar dalam pengungkapan kehendak dan keadaan yang sesungguhnya baik hati, ucapan maupun perbuatan.
  4. Keadilan (justice), menempatkan segala mekanisme pasar sesuai proporsi, Keadaan dan latar belakang.
  5. Amanah, yaitu menghindari penentuan harga yang spekulatif sehingga harga Yang terjadi tidak fair (Parakkasi, 2018: 116-117)

Kesimpulan

Teori perilaku konsumen mempelajari bagaimana manusia memilih diantara berbagai pilihan yang dihadapi dengan memanfaatkan sumber daya yang dimilkinya. Sedangkan perilaku produsen mempelajari pengambilan keputusan pihak produsen untuk menjawab semua kebutuhan yang muncul dari perilaku konsumen tadi. Namun tak hanya perilaku konsumen dan produsen saja yang mempengaruhi perekonomian ini tetapi juga keadaan pasar. Munculnya perilaku-perilaku ini dikarenakan kemaslahatan masyarakat itu sendiri.

Daftar Pustaka

Jurnal ekonomi islam uhamka, journal.uhamka.ac.id/index.php/jei

Pengertian menurut para ahli – pengertian perilaku konsumen dan produsen

Istishad consulting – mekanisme pasar dalam prospektif ekonomi islam

Dian, Ilfi Nur. (2008). Hadis-Hadis Ekonomi. UIN MALANG PRESS (ANGGOTA IKAPI).

Faizah, Fita Nurotul. (2019). “Pemikiran Muhammad Abdul Mannan Tentang Produksi” SERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Islam.

Hamid, Abdul. (2018). “Teori Konsumsi Islam Dalam Peningkatan Ekonomi Umat”

http://dx.doi.org/10.47700/jiefes.v1i2.2083

http://journal.uhamka.ac.id/index.php/jei

https://www.kompas.com/skola/read/2020/10/09/162320169/pola-perilaku-produsen-dalam-kegiatan-ekonomi

https://kampusimpian.com/ringkasan-materi-perilaku-konsumen-dan-perilaku-produsen/

Digiqole ad