meneropong, Diskusi Publik, Menggali Potensi Wisata dan Kearifan Lokal Situ Cibeureum pada Selasa 28 Juli 2020

Diskusi Publik perihal Menggali Potensi Wisata dan Kearifan Lokal Situ Cibeureum dilaksanakan pada Selasa, 28 Juli 2020 mulai pkl. 15.00 bertempat di Situ Cibeureum. 

Kepala Desa Lambangsari Ibu Pipit menceritakan bahwa Situ Cibeureum masuk kedalam 2 Desa yaitu Desa Lambangsari dan Desa Lambang Jaya. Situ Cibeureum dulunya untuk irigasi sawah warga. Dulu tidak seluas sekarang tapi karena ada pengerukan tanah maka menjadi Situ yang sangat luas. Situ Cibeureum sesuai harapan warga Desa Lambangsari sangat berharap menjadi Destinasi Wisata dan Kearifan Lokal menjadi Pusat Ekonomi masyarakat. Akses jalan perlu dibuat karena setiap hari minggu itu sangat ramai dikunjungi oleh warga.

Bang H Zaenal selaku Tokoh Masyarakat Lambangsari  dan Ketua Aliansi Ormas Bekasi juga ingin Situ Cibeureum ini dikelola oleh Pemerintah Daerah bekerjasama dengan Pemerintah Desa terutama akses yang menuju ke Situ Cibeureum yang dipasang pagar tembok oleh pengembang agar bisa dibuka.

Bang Eko Jatmiko penggiat Sosial kali Cikarang mengatakan bahwa Kab. Bekasi sangat minim akan ruang terbuka hijau, mengucapkan terima kasih kepada Bang Budiyanto atas perhatiannya bagi kepentingan masyarakat dengan dibukanya diskusi diskusi juga menghadirkan nuansa nuansa yang positif terutama dengan menghadirkan nuansa Negara dalam setiap harapan agar menjadi Solusi.

Budiyanto S.Pi selaku Anggota DPRD Kab. Bekasi merelease bahwa Litbang Kab. Bekasi melakukan kajian dimana 14 Situ di Kab. Bekasi dimana ada 5 Situ yang memenuhi syarat yang bisa dikembangkan menjadi Destinasi Wisata dengan basis kearifan Lokal.. kebetulan Situ Cibeureum termasuk yg akan dikembangkan menjadi Destinasi Wisata sehingga sinergy dengan keinginan Desa Lambangsari. Untuk itu perlu di sinergykan secaraq luas dengan Pemerintah Daerah dan Provinsi. Kepemilikan Situ Cibeureum perlu ditelusuri dengan benar agar tidak salah. Identifikasi Situ Cibeureum perlu menjadi prioritas. Komisi 1 DPDRD akan menjadikan percepatan komunikasi yang cepat.

Ketua BPD Desa Lambangsari Ibu Tuti Elawati mengungkapkan bahwa keinginan Situ Cibeureum yang ingin menjadikan Situ Cibeureum menjadi Destinasi Wisata sejak tahun 2019 juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Budiyanto sebagai Anggota DPRD yang mempunyai kewenangan yang lebih dibanding Pemerintahan Desa untuk bisa lebih mengidentifikasi masalah kepemilikan Situ Cibeureum ini.

Menutup Diskusi perihal Situ Cibeureum ini Budiyanto mengungkapkan bahwa identifikasi luas area Situ Cibeureum ini bukan mencari masalah siapa orangnya tapi lebih keingin adanya kejelasan akan luas sebetulnya dari Situ Cibeureum dimana sesuai Perda No. 12 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kab. Bekasi Pasal 17 poin X disebutkan bahwa Luas Situ Cibeureum adalah 45 ha