Berawal Kebutuhan Pangan Menjadi Ketahanan Pangan

Physical Distancing yang produktif. Dengan mengikuti himbauan pemerintah untuk turut ikut andil mencegah penyebaran Covid-19 di rumah saja. Bukan berarti melewatkan waktu tanpa kreativitas dan produktivitas. Ibu-ibu Kampung Panjang yang tergabung dalam Persatuan Kelompok Wanita Tani (PKWT) yang berlamat di Kp. Panjang, Desa Tanjungsari, RT 08 RW 04 Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, melakukan penanaman berbagai macam jenis sayuran dengan tujuan mencegah gizi buruk dan stunting. Program tersebut merupakan aktualisasi dari program Pemerintah Jawa Barat yaitu Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Senin, 11/05/20.

“Sayuran yang ditanam mulai dari; tomat, seledri, bayam, cabe, kacang panjang, kunyit, kangkung dan sebagainya. Penanaman sayuran ini sudah berjalan sekitar tiga mingguan”, tutur Tuti kepada awak media.

“Anggota PKWT tersebut menjelaskan, pada dasarnya penanaman sayuran ini untuk kebutuhan pribadi maupun untuk anggota PKWT sendiri. Syukur-syukur bisa dijual”, kataya.

“Konsep bertani Tanaman Sayuran Dalam Pot (Tasolampot) cukup sederhana dengan memanfaatkan lahan yang sempit untuk bertanam”, kata Tuti.

“Bisa sebagai usaha atau untuk kebutuhan keluarga sebab peluangnya juga masih besar. Sayurannya tidak mengandung obat kimia sehingga baik untuk kesehatan. Salah satu faktor utama yang mengalami stunting adalah faktor gizi buruk yang dialami ibu hamil dan anak balita untuk memperoleh akses makanan bergizi yang terbilang mahal, seperti yang kita ketahui bersama di Kabupaten Bekasi sendiri merupakan kota industri terbesar. Namun masih banyak saja gizi buruk, hal itu berbanding terbalik dengan kehidupan masyarakatnya, miris bukan”, imbuhnya.

“Untuk itu mari mulai dari lingkungan keluarga, mulai dari hal yang kecil dari apa yang kita bisa dan lakukan mulai dari sekarang untuk memenuhi kebutuhan dan ketahanan pangan ke depannya”, pungkasnya.