Cantiknya Pesona Sungai Rindu dan Sungai Jingkem di Tarumajaya dan Babelan

MATAMEDIABEKASI – Kabupaten Bekasi punya destinasi ekowisata pesisir dengan pemandangan yang cantik alami dan eksotis bernama Sungai Rindu ( masuk wilayah Kecamatan Babelan) dan Sunge (sungai) Jingkem ( masuk wilayah Tarumajaya ).

Sungai Jingkem – Tarumajaya

Dua tempat wisata yang saling berdekatan ini menawarkan konsep wisata alam berupa keindahan dan eksotisme daerah muara yang masih asri dengan hamparan ladang tambak serta rimbunnya pepohonan Mangrove. Buat yang butuh suasana berbeda sebagai sarana wisata jiwa, di sinilah tempatnya.

Jalur menuju Sungai Rindu dan Sunge Jingkem yang berada di daerah bernama Kampung Sembilangan ini bisa melalui 3 rute, yaitu; CBL-Samudrajaya- Segarajaya- Pal Jaya – lalu naik perahu ke lokasi, Muara Bakti – Huripjaya- naik perahu ke Bunibaru- Sembilangan, atau CBL-Singkil-Bunibaru- Sembilangan. Semua bisa dilalui kendaraan bermotor kecuali jalur yang harus dilewati dengan menggunakan perahu.

Wisata alam di tempat ini termasuk murah meriah. Bila mengambil rute Paljaya, naik perahu dari lokasi ini membutuhkan biaya 25 ribu ke Sunge Jingkem dan 15 ribu ke Sungai Rindu. Bonusnya, sebelum naik perahu pengunjung bisa menikmati wisata dan berfoto di area Jembatan Cinta Ekowisata Hutan Mangrove Tarumajaya. Aneka camilan semacam peyek remis, irisan jengkol dan udang yang gurih dan renyah lagi murah bisa dinikmati cukup dengan harga 2500 saja. Dari dermaga Jembatan Cinta butuh waktu sekitar 20-30 menit naik perahu dengan pemandangan laut ditemani Burung Camar atau Bangau putih yang genit menyambut para pengunjung menuju Sungai Rindu atau Sunge Jingkem.

Sampai di pintu masuk, pengunjung dikenai biaya tiket sebesar 2 ribu perak ke Sungai Rindu dan 3 ribu perak ke Sungai Jingkem. Bagaimana kalau borongan aja dengan tarif perahu? Tenang, semua bisa diatur. Datang berombongan pasti lebih lentur.

Wisata sungai sepanjang kurang lebih 1,5 – 2 kilometer gak cuma di atas perahu, pengelola menyediakan tempat makan dan jajan di pinggir sungai, juga spot-spot foto yang instagramable yang bakal asyik buat diunggah di halaman sosial media. Ciamik, indah dan mempesona. Apalagi kalau didukung kamera canggih dengan kelihaian mengambil sudut gambar dan momen yang pas. Dijamin bakal jadi magnet jempol friendlist juga follower.

Makan dan jajan di sini juga tidak menguras kantong. Kalau kalian pencinta makanan tradisional alami dengan bumbu minimalis, tapi terasa lezat di lidah sampai hati, maka kalian tepat berada di tempat ini. Pecak Bandeng atau Sambal Udang adalah dua menu utama makan siang di sini. Dengan budget 50 ribu, paket nasi, dan lauk pilihan plus air teh hangat bakal memuaskan lapar sambil menikmatinya di atas bilah-bilah bambu di atas sungai. Diiringi hembusan angin laut yang sejuk bercanda dengan rimbunan pohon Mangrove yang menemani pengunjung mengisi perut yang keroncongan. Aneka kopi dan jajanan juga tersedia tentu dengan harga yang sangat ramah untuk ukuran tempat wisata.

Penduduk Kampung Sembilangan ini aslinya adalah para peladang tambak. Terbiasa hidup dengan keterbatasan, juga jauh dari jangkauan. Tapi mereka bukan tipikal penduduk yang manja. Mereka terbiasa hidup penuh perjuangan. Dan dengan di jadikannya kampung mereka sebagai destinasi wisata Kabupaten Bekasi adalah peluang mereka bertahan hidup saat ladang tambak mereka tak lagi bisa menghasilkan di saat-saat tertentu, contohnya ketika awal tahun baru 2020 banjir merendam dan mematikan ladang-ladang tambak warga di Kampung Sembilangan ini. Maka dengan gencarnya promosi destinasi wisata Sungai Rindu dan Sunge Jingkem bakal jadi sumber penghidupan baru bagi mereka saat menunggu ladang tambak bisa di tanam bibit-bibit ikan kembali. Dan itu butuh waktu antara 2-4 bulan ke depan.

Namun, sebagai destinasi wisata yang relatif masih baru, Sungai Rindu dan Sunge Jingkem masih terdapat banyak kekurangan di sana sini. Saat ini Sungai Rindu dan Sunge Jingkem belum memiliki suvenir khas yang bisa dibawa pulang oleh para pengunjung sebagai kenang-kenangan. Selain itu, tak banyak fasilitas dan masih kurang dalam penyediaan tempat kongkow wisatawan. Seandainya aneka kuliner dan jajanan khas bisa lebih banyak dan beragam, pasti akan semakin banyak pilihan yang bisa dinikmati oleh pengunjung.

Kekurangan yang paling besar adalah akses menuju lokasi yang masih sangat minim. Rute tersingkat ke tempat ini lewat jalan darat adalah medan “semi off road” yang lumayan memacu adrenalin, sangat tidak rekomended sebagai jalan untuk pelancong yang berniat untuk santai dan menenangkan pikiran. Yang paling memungkinkan memang menggunakan akses perahu sampai ke Sembilangan. Selain relatif aman juga menjadi hiburan tambahan bagi wisatawan menikmati pemandangan hamparan laut yang punya kesan tersendiri.

Secara keseluruhan, tempat ini sangat membanggakan untuk masyarakat Kampung Sembilangan khususnya, dan masyarakat Kabupaten Bekasi pada umumnya. Membayangkan Bekasi yang terkenal dengan daerah industri ternyata memiliki destinasi wisata alam yang alami, cantik dan eksotis untuk dinikmati. Tak kalah dengan suasana Venesia, kalau dilihat dari sisi kamera dengan sudut pandang yang pas, tentunya. Pasti.

So, kapan ke sini ?

( reportase : Maks )