Wujudkan Bekasi Bebas Narkoba, BNK Bekasi Gelar Jambore Pemuda Anti Narkoba Selama 2 Hari

Matamediabekasi – Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bekasi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menggelar Jambore Pemuda Anti Narkoba. Pesertanya sebanyak 45 pemuda perwakilan dari tiap desa di Kabupaten Bekasi. Berlangsung di rea Outbond Kalam Kopen, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, selama 2 hari yaitu 6-7 Agustus 2019.

Kegiatan ini mengusung tema ‘Melalui Jambore Anti Narkoba, Kita Wujudkan Desa Yang Bersih Dari Narkoba’. Pembukaan jambore dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Bekasi, Juhandi.

Ketua Pelaksana Jambore Pemuda Anti Narkoba, Robal berharap agar di setiap desa melalui pemudanya dapat mewujudkan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di desa.

“Tujuan digelar acara ini agar terwujudnya desa yang bebas dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Permasalahan narkoba bukan hanya tugas dari BNK, kepolisian dan pemda, tapi juga merupakan tugas kita bersama,” katanya.

Robal mengatakan, dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, tercantum dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba menjadi tanggungjawab bersama seluruh lapisan masyarakat.

“Pencegahan narkoba itu tugas seluruh masyarakat sebagaimana tercantum di dalamnya. Dalam kegiatan ini juga disampaikan bagaimana caranya ketika mendapati di lingkungan masyarakat terdapat pecandu narkoba, agar diarahkan ke IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor). Sehingga pecandu tidak lagi dipenjara, tapi direhabilitasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Bekasi, Juhandi mengatakan, korban akibat narkoba terus meningkat setiap tahunnya. Kasus tersebut menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah dan instansi terkait dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di masyarakat.

“Kejahatan luar biasa ini sudah memasuki tahap yang mengkhawatirkan. Karena narkoba sudah memasuki semua lapisan masyarakat. Bukan hanya di kota saja, tetapi juga di desa-desa. Bahkan ada juga tokoh masyarakat yang seharusnya menjadi contoh malah tersandung kasus narkoba,” ungkapnya.

Juhandi menuturkan, kasus penyalahgunaan narkoba menjadi yang paling menonjol di antara kasus lainnya yang ditangani Polres Metro Bekasi. Karena hampir 70 persen Lapas di Kabupaten Bekasi diisi oleh napi dari kasus narkoba.

“Saya berharap melalui kegiatan ini kualitas generasi muda dalam berbangsa dan bernegara terus meningkat. Tentunya perwakilan kalangan milenial yang hadir di sini dapat menjadi contoh untuk mewujudkan Kabupaten Bekasi yang bebas dari narkoba,” tuturnya.

BNK Bekasi dalam program kerjanya memfokuskan beberapa kegiatan yang menyentuh langsung kalangan masyarakat. Di antaranya sosialisasi penyalahgunaan narkoba di sekolah, tes urine di kalangan pejabat, ASN, dan masyarakat. Serta sosialisasi melalui media online dan cetak.

Kegiatan Jambore Pemuda Anti Narkoba ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai hasil positif. Guna mewujudkan Kabupaten Bekasi yang bebas dari bahaya penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan milenial.(*)

sumber : BN Kabupaten Bekasi