Demo Hari Jadi Kabupaten Bekasi Mahasiswa Digebukin Satpol PP

Menyampaikan pendapat adalah hak seluruh warga negara. Mengkritik tanda sayang kepada pemerintah. Dengan harapan bisa duduk bersama bertukar gagasan untuk memberi solusi. Sayangnya aparat bertindak keras seakan kebal hukum. Hal tersebut sangat kontradiksi dengan slogan Bekasi Bersih.

Puluhan mahasiswa dari seluruh kampus di Kabupaten Bekasi berkumpul menyampaikan aspirasinya. Kamis, (15/08/19). Mereka menuntut:

  1. Mendesak Pemkab Bekasi agar membentuk Konsultan Amdal sesuai amanah UU 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
  2. Mendesak Pemkab Bekasi agar Membuat Balai Latihan Kerja di 23 kecamatan.
  3. Mendesak Pemkab Bekasi agar Membangun Folder air ditiap desa terdampak kekeringan.
  4. Mendesak Pemkab Bekasi agar Membuat Perbup yang mengatur jam operasional truk.
  5. Mendesak Pemkab Bekasi agar membuat Program Beasiswa untuk Mahasiswa dari alokasi APBD Dispora.
  6. Mendesak Pemkab agar membangun alun-alun dan/atau land mark Kabupaten Bekasi.
  7. Mendesak Pemkab agar mengisi ke kosongan SKPD agar pelayanan publik lebih optimal.

Aksi demo berakhir ricuh karena mahasiswa dilarang masuk oleh Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Beberapa mahasiswa terkena pukul dan tendangan super pak petugas.

“Ingat semuanya kalian tanpa rakyat bukan siapa-siapa, kami datang secara baik-baik. Tapi malah mendapatkan perlakuan yang tidak selayaknya”. Ungkap Topik salah satu orator.

Masih menurutnya, coba pasilitasi apa yang menjadi aspirasi kami sebagai mahasiswa bukan dipukuli begitu aja. Tutupnya.